10 KUNCI MALAM PERTAMA MENURUT ADAB RASULULLAH SAW – Dua insan lawan jenis yang telah lama memadu cinta, setelah melakukan serah-terima (Ijab Qobul) kini telah bersatu dalam kesatuan lahir dan batin. Setelah seharian disibukkan dengan menerima tamu dan urusan yang lain, kini tiba saatnya momen yang paling bersejarah dalam kehidupan rumah tangga yang sering kita kenal dengan “Malam Pertama”.

Malam Pertama adalah moment yang paling ditunggu-tunggu oleh pengantin baru. Agar malam pertama terkesan hidup dan menghasilkan kepuasan yang sempurna, pengantin baru hendaknya melakukan beberapa persiapan sehingga malam pertama terlaksana dengan dengan penuh keberkahan dan keindahan yang tidak terlupakan.

10 KUNCI MALAM PERTAMA MENURUT ADAB RASULULLAH SAW

Namun kurangnya pengertian tentang malam pertama sedikit banyak bisa mengganggu kehidupan rumah tangga dan pengantin yang bersangkutan, sebab pada malam inilah masing-masing pihak saling menguji dan menilai bagaimana kepribadian masing-masing yang selama ini didambakan kehadirannya untuk menjadi pendamping hidup. Rasa bahagia, takut, malu bercampur menjadi satu pada malam itu.

Adapun cara mengikuti petunjuk Rasulullah SAW dalam hak mengisi malam pertama sebagaimana akan dijelaskan dibawah ini:

  • Sentuhan Lembut dan Do’a

Berbahagialah jika acara pernikahan diselenggarakan dengan cara islami. Namun jangan terlalu menyesali bila segala upaya mewujudkan pesta islami itu gagal atau tidak sepenuhnya berhasil. Bertemu dikamar pengantin  dan melaksanakan sunah Rasulullah SAW, Insya Allah akan lebih membuat suasana bahagia. Suami hendaknya memberikan sentuhan pertamanya dengan meletakkan tangannya di bagian ubun-ubun pengantin wanita sambil menyebut asma Allah lalu berdo’a agar diberikan keberkahan. Dan hendaknya membaca do’a:

10 KUNCI MALAM PERTAMA

“Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan wanita ini dan kebaikan yang menjadi tabi’at dasar wanita ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan wanita ini dan keburukan yang  menjadi tabi’at dasarnya”.

  • Sholat Bersama

Setelah itu laksanakanlah sunah lain yang dianjurkan bagi pasangan baru saja memulai kehidupan barunya. Setelah sentuhan lembut dan do’a dilakukan, kedua pengantin disunnahkan melakukan sholat  sunah 2 raka’at bersama. Shalat ini bukanlah bid’ah yang mengada-ada, tetapi memiliki landasan hukum sebab hal tersebut berdasar dari perilaku mulia para pendahulu kita yang shahih.

  • Gunakanlah Wewangian Dan Berhias Diri

Jika seorang istri diwajibkan berhias untuk suaminya, maka iapun mempunya hak dari sang suami untuk menghias dirinya, karena hak dan kewajiban masing-masing pasangan sama. Fitrah manusia adalah cinta pada sesuatu yang indah. Wanita suka pada lelaki yang tampan, bersih dan harum. Demikian pula sebaliknya, seorang laki-laki akan suka dengan seorang wanita yang cantik harum dan bersih. Melupakan sunah berhias bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Suami atau istri akan mudah tidak selera dengan penampilan pasangannya yang cenderung lusuh dan berbau tak sedap.

  • Tanamkan Suasana Mesrah

Sebagaimana mestinya suami bersikap akrab terhadap istrinya, sehingga timbul rasa gembira dihatinya dan hilang rasa takut, karena setiap orang yang menghadapi pengalaman baru akan kebingungan dan setiap orang yang asing akan merasakan kemurungan. Dan tidak diragukan lagi bahwa pengantin wanita pada saat-saat ini merasakan asing  dirumah suaminya.

  • Bersikaplah Lembut

Gairah cinta yang berkobar ada baiknya diredam sejenak. Masih ada rasa malu, gelisah, gugup dan salah tingkah dari kedua pasangan. Hanya akan ada bekas yang tidak baik, jika kendali gairah tidak disiapkan. Segala keinginan untuk To The Point cobalah singkirkan dari pikiran.

Sebaliknya, bersikaplah dengan penuh kelemah lembutan dan romantis yang berkesan. Suami hendaklah mengajak istri berbicara dari hati ke hati dengan lemah lembut dan perkataan yang halus dan menyenangkan. Insya Allah ketakutan dan kegugupan akan mencair. Yang muncul adalah geteran baru rasa cinta dan damai di hati terhadap sang suami.

  • Bercumbu Rayu Sebelum Bersenggama

Permainan asmara atau bercumbu rayu (fore play) sebelum bersenggama merupakan usaha untuk membangkitkan nafsu birahi wanita agar lebih siap melakukan hubungan intim. Kenikmatan bisa dicapai oleh suami atau istri jika nafsu birahi telah memuncak, kemudian disusul dengan memasukkan batang penis kelubang kemaluan (penetrasi).

  • Melepas Pakaian

Artinya adalah meningalkan semua pakaian dan bercengkrama dalam satu selimut. Kebenaran sunnah Rasul sedemikian adanya. Hal ini dianjurkan demi untuk membuat leluasa dalam bergerak, menambah kenikmatan dan kemesraan serta melakukan tuntunan Rasul yang melarang perbuatan yang dapat menyia-nyiakan harta, karena hubungan bersenggama dengan memakai pakaian  sudah tentu akan merusak pakaian.

  • Melakukan Senggama

Setelah berangsur-angsur kedekatan mulai terjalin, sekaranglah kedekatan yang lebih mendalam menjelang. Sebelum saling membuka aurat, ingatlah untuk memanjatkan do’a:

10 KUNCI MALAM PERTAMA

“Dengan nama Allah,Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jaukanlah setan dari sesuatu yang bakal Engkau rejekikan kepada kami”.

Setelah do’a dipanjatkan, bolehlah kedua pengantin melepaskan pakaian secara langsung atau perlahan-lahan, lalu dilanjutkan dengan melakukan hubungan intim.

  1. Berusahalah Mencapai Puncak Klimaks Bersamaan

Seorang suami yang hendak mengeluarkan sperma terlebih dahulu, sebaiknya ditahan sejenek agar supaya kebersamaan mencapai klimaks atau puncak kenikmatannya, karena orgasme merupakan suatu yang sangat didambakan oleh setiap pasangan dalam bersenggama. Oleh karenanya ejakulasi dini yang dialami seorang suami akan mengakibatkan keresahan pada sang istri dan yang lebih parah bisa sampai merusak agamanya, semisal setelah senggama sang istri marah-marah atau berbuat tidak sopan pada suaminya.

  • Ucapan Ringan Setelah Bersenggama

Ketika saat-saat bersenggama akan berakhir dan ketika keluarnya sperma akan dilakukan bersamaan dengan beberapa hujaman puncak yang penuh tenaga dari pihak suami, maka inilah titik puncak yang penuh kenikmatan. Pada saat itu sebaiknya suami mengucapkan kata-kata ringan sebagai ungkapan terima kasih kepada istri. Apabila keduanya ingin mengulang lagi permainannya, disunnahkan membasuh kemaluannya dan berwudhu’ terlebih dahulu, karena yang sedemikian ini dapat menambah gairah dan memulihkan semangat. Juga diperbolehkan bagi keduanya untuk melakukan mandi janabah bersama.

Demikian pembahasan tentang 10 kunci dalam malam pertama menurut Rasulullah SAW, semoga informasi diatas bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih telah berkunjung ke catatansantri.com terus dukung penulis agar selalu membuat artikel-artikel yang bermanfaat.

Leave a Reply