Najis dan Sesuci – Najis adalah kotor yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada alloh SWT, sedangkan sesuci merupakan bagian dari prosesi ibadah umat Islam yang bermakna menyucikan diri yang mencakup secara lahir atau batin.

NAJIS DAN SESUCI

najis dan sesuci

DILEMA OMPOL BALITA

Deskripsi Masalah

Ada seorang ibu rumah tangga yang saat ini sedang punya anak kecil yang kurang lebih berumur 2 tahunan. Sebagaimana pada umumnya anak-anak usia balita, tentu ia masih sering mengompol disembarang tempat, bahkan hampir seluruh ruangan rumah pernah diompoli anak itu, seperti lantai rumah, tempat tidur, tempat sholat dan sebagainya.

Dan anehnya dalam membersihkan lantai rumah, setiap harinya ia hanya menggunakan serbet pel basah. Di sini juga timbul masalah lain, diantaranya ketika ia mau melaksanakan sholat berjama’ah bersama keluarganya, yang biasanya setelah berwudhu’ mereka menuju tempat sholat tanpa menggunakan alas kaki,

Pertanyaan

  1. Sucikah lantai rumah yang dibersihkan hanya dengan menggunakan serbet/kain pel basah itu ?
  2. Sahkan sholat di tempat sebagaimana dalam deskripsi masalah di atas ?

Jawaban

  1. Tidak, karena tidak memenuhi syarat mensucikan najais
  2. Sah, namun ia menginjak lantai yang masih tampak benda najisnya,maka sholatnya tidak sah.

MASKER SPERMA

Deskripsi Masalah

Jerawat adalah problem yang bisa menyerang siapa saja, sejak puberitas hingga paruh baya. Banyak obat yang dijual bebas di toko-toko obat, namun tetap saja si ‘bunga wajah’ ini tetap tidak bisa hilang. Namun baru-baru ini ada alternatif nyeleneh yang dipercaya ampuh mengobati muka berbintik karena jerawat, termasuk diantaranya adalah masker sperma, air kencing dan air susu ibu.

Pertanyaan

Bagaiman Fiqih melihat penggunaan obat yang di anggap nyeleneh tersebut ?

Jawaban

Diperbolehkan, karena hal tersebut termasuk tadhammukh bin najasah (melumuri dengan benda najis) dalam rangka hajat (kebutuhan).

TAYAMMUM KARENA TAKUT ADA SETAN

Deskripsi Masalah

Makshum salah seorang santri yang pada liburan tahun lalu tidak pulang. Ketika liburan, pondok sangat sepi karena hampir semua santri pulang kerumah masing-masing. Permasalahannya, ketika makshum ketiduran selepas sholat maghrib dan baru bangun jam satu dini hari, ia takut untuk mengambil air wudhu’ dibelakang pesantren, karena menurut cerita yang dia dengar, di tempat itu sering ada penampakan makhluk halus.

Pertanyaan

  1. Bolehkah makshum melaksanakan tayammum dengan alasan di atas ?
  2. kalau boleh, apakah sholatnya makshum wajib diulangi lagi ( i’adah ) ?

Jawaban

  1. Boleh
  2. Tidak wajib i’adah

KULIT TERHALANG SISIK IKAN

Deskripsi Masalah

Di daerah pesisir, ikan yang ditangkap adakalanya bersisik dan adakalanya polos ( tidak bersisik ). Jenis ikan yang bersisik ketika melekat pada anggota wudhu’ semisal tangan, kadang lupa tak dihilangkan. Sebab ketika anggota basah, maka sisik itu sulit terlihat. Baru ketika tubuh sudah kering, sisik itu terlihat jelas melekat di kulit. Nelayan pun mengulangi wudhu’ dan sholatnya.

Namun ada sebagian dari mereka yang menganggap bahwa sisik itu termasuk hal yang merepotkan (masyaqqah) dan sulit dihindari (‘usril-ihtiraz), sehingga dijadikan alasan untuk tidak mengulangi wudhu’ dan sholatnya.

pertanyaan

  1. Apakah sisik ikan termasuk perkara yang bisa menghalangi air pada kulit ?
  2. Jika benar hail, apakah alasan sebagian nelayan yang tidak mengulangi wudhu’ dan sholat itu dibenarkan ?

Jawaban

  1. Sisik ikan termasuk sesuatu yang bisa menghalangi air pada kulit
  2. Alasan sebagian nelayan tersebut tidak benar dan dia wajib mengulangi basuhan anggota wudhu’ yang terhalang sisik ikan tersebut berikut anggota -anggota setelahnya, serta mengulangi sholatnya, kecuali jika sisik berada dibwah kuku, maka menurut sebagian pendapat di ma’fu dan tidak perlu mengulangi wudhu’ dan sholat.

MASALAH HAMA KAYU

Deskripsi Masalah

Hewan pemakan kayu (hama kayu) yang seringkali disebut “totor” tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Hewan ini merupakan salah satu hama yang sulit untuk dihilangkan. Selain itu, hewan ini sering bertempat di rumah-rumah, sehingga membuat tidak nyaman bagi penghuni, dan si penghuni juga sulit untuk menghindarinya.

pertanyaan

  1. Bagaimana hukum sesuatu yang kelar dari hewan itu ?
  2. Kalau memang najis digolongkan najis apa ?

Jawaban

  1. Hukum sesuatu yang keluar dari hewan itu adalah najis
  2. Tergolong jenis najis yang di ma’fu

TENTANG TRADISI HAID

Deskripsi Masalah

Kalau kita berbicara masalah perempuan, tentu tidak akan terlepas dari masalah menstruasi. Masalah darah haid adalah masalah yang sulit untuk diketahui lebih mendalam oleh para lelaki, bahkan kaum hawa sendiri, yang mengalami menstruasi sendiri, masih banyak yang kebingungan dalam memahami masalah darah ini.

Dalam berbagai kitab kita dapati keterangan bahwa bagi perempuan yang darah menstruasinya tidak banyak, maka untuk mengetahui keluar dan tidaknya darah ialah dengan cara menenmpelkan kapas pada kemaluannya. Jika kapasnya kotor, maka berati sedang keluar darah haid, dan jika tidak kotor, berarti tidak keluar darah haid. Ternyata hal ini sulit dilakukan karena tidak dapat diketahui kapan mulai dan berhentinya darah.

Kita tahu bahwa bagi mustahadhah mu’taddah ghairu mumayyizah, dalam penentuan darah haid adalah mengikuti kebiasaannya. Misalnya jika sudah biasa haid enam hari setiap bulan, maka yang dihukumi haid adalah enam hari itu.

Pertanyaan

  1. Apakah tidak ada solusi lain yang lebih mudah bagi kaum hawa untuk mengetahui keluarnya darah haid ?
  2. Manakah yang akan dianggap haid jika kebiasaannya itu (enam hari) tidak mencapai paling sedikitnya haid (24 jam) tapi akan sampai 24 jam jika ditambah hari-hari berikutnya ?

Jawaban

  1. Ada, namun masalah muda atau tidaknya tergantung pribadi masing-masing wanita, yaitu antara lain menggunakan jari tangan.
  2. Dalam masalah ini ada 3 pendapat : a) Menurut qaul ashah tidak ada haid karena dimasa enam hari (kebiasaannya) pada waktu istihadhah tidak sampai paling sedikitnya haid (24 jam). b) Menurut Qaul talfiq, haid terdapat banyak rincian sesuai penjelasan dalam rujukan dibawah. c) Haidnya adalah dengan menjumlah hari pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya hingga sampai pada kadar 24 jam.

TANGAN YANG TERTUKAR

Deskripsi Masalah

Sepasang suami istri yang baru melangsungkan perkawinan jalan-jalan ke mall. Namun, nasib nahas menimpa sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu. Mobil yang mereka tumpangi menabrak sebuah pohon, sehingga mengakibatkan patah tulang ditangan mereka. Akhirnya dilakukanlah operasi. Namun, masalah muncul pasca operasi dilakukan. Ternyata tangan mereka tertukar antara tangan sicowok dan cewek..

Pertanyaan

Bagaimanakah wudhu’nya orang tersebut dengan keadaan seperti dalam deskripsi ?

Jawaban

Tidak batal, sebab tangan yang sudah tersambung dan sudah berfungsi layaknya tangan sendiri dihukumi sebagai tangnannya sendiri. Jika tidak berfungsi layaknya tangannya sendiri, maka tetap dihukumi dengan pemilik tangan aslinya, sehingga membatalkan wudhu’ jika disentuh oleh lain jenis.

By: Catatansantri.com

Leave a Reply