Uji Kompetensi Keahlian (UKK) – Ketika kita mendengar kata Uji Kompetensi Keahlian (UKK) seolah-olah kita akan berperang dimana dalam perang tersebut nyawa kita menjadi taruhannya,bagi siswa SMK istalah tersebut sudah sering didengar apalagi siswa kelas XII. Tapi, nyatanya kata Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tidak se-ganas yang kita dengar tergantung dari siswa yang akan melakukannya, kalau usaha kita tidak setengah-setengah insya allah hasilnya akan memuaskan. Dalam artikel kali ini penulis akan membahas tentang Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Pengertian Uji Kompetensi Keahlian (UKK)

Uji Kompetensi Keahlian

Apa itu Uji Kompetensi Keahlian (UKK)?, Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah penilaian terhadap pencapaian kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dilaksanakan diakhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau lembaga pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha atau industri dengan memperhatikan paspor keterampilan dan portofolio. Hasil Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi kelulusan. Sedangkan bagi dunia industri/perusahaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk (1) Mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik; (2) Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik; (3) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik; (4) Mengetahui efektivitas proses pembelajaran; (5) Mengetahui pencapaian kurikulum. Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum memahami esensi penilaian dan memenuhi tujuan penilaian seperti standar yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan UKK, lembaga sekolah SMK dapat memilih salah satu dari 6 jenis skema penyelenggaraan ujian berikut:

  1. Ujian melalui system sertifikasi mitra DUDIKA atau Asosiasi Profesi: SMK terakreditasi dan Mitra DUDIKA atau Asosiasi Profesi melakukan uji kompetensi pada TUK yang telah disepakati bersama mengacu standar kualifikasi kompetensi yang ditetapkan mitra DUDIKA atau Asosiasi Profesi dengan tujuan mendapatkan sertifikat yang diakui oleh mitra DUDIKA, Asosiasi Profesi, Asosiasi Industri, dan/atau mitra dari mitra DUDIKA;
  2. Ujian melalui LSP Pihak Kesatu (LSP-P1): LSP yang didirikan oleh lembaga pendidikan dan atau pelatihan dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap peserta pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dan /atau sumber lembaga induknya, sumberdaya manusia dari jejaring kerja lembaga induknya,sesuai ruang lingkupnya yang diberikan oleh BNSP;
  3. Ujian melalui LSP Pihak Kedua(LSP-P2): LSP yang didirikan oleh DUDIKA atau Instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap sumber daya manusia yang bernaung dalam lembaga induknya, sumber daya manusia dari pemasoknya, dan/atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP;
  4. Ujian melalui LSP Pihak Ketiga (LSP-P3) atau Lembaga Sertifikasi Keterampilan (LSK) : LSP/LSK yang didirikan oleh asosiasi industry dan/atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkupnya;
  5. Ujian melalui Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK) sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh BNSP;
  6. UKK Mandiri : SMK terakreditasi yang melakukan uji kompetensi secara mandiri menggunakan instrumen UKK yang disusun oleh pemerintah pusat sebagai standar minimal dengan melibatkan mitra DUDIKA, dan berorientasi pada standar kompetensi lulusan.

Materi UKK disusun berdasarkan skema sertifikasi sesuai dengan jenjang kualifikasi peserta uji/asesi yang memuat kemampuan melaksanakan pekerjaan spesifik, operasional, dan/atau penjaminan mutu. Soal UKK dapat berbentuk penugasan atau bentuk lain yang dinilai secara individual untuk membuat suatu produk sesuai tuntutan standar kompetensi.

Sesuai dengan SE Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian sekolah dalam masa darurat penyebaran covid-19. Dalam masa pandemi COVID-19, salah satu yang harus diwaspadai adalah karena penularannya yang cepat dan massif. Oleh karena itu, pelaksanaan UKK pada kondisi pandemi COVID-19 harus disertai dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19.

Pedoman penyelenggaraan dan instrumen Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dapat diunduh pada tautan dibawah ini:

Itulah tadi pembahasan tentang Uji Kompetensi Keahlian (UKK), semoga pembahasan diatas bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung ke catatansantri.com share ke akun medsos pribadimu sebagai bentuk dukungan agar kami tetap semangat dalam berkarya.

Leave a Reply